Warta Jawa – Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah menyiapkan 14 lokasi pemantauan hilal untuk pelaksanaan Sidang Isbat Lebaran tahun 2026. Penentuan titik pengamatan tersebut bertujuan mendukung proses penentuan awal bulan Syawal secara akurat dan terkoordinasi.

Petugas dari Kementerian Agama bersama tim rukyatul hilal akan melakukan pemantauan langsung di berbagai lokasi strategis di wilayah Jawa Tengah. Tim pengamat memanfaatkan peralatan teleskop serta perangkat pendukung lainnya untuk melihat posisi hilal saat matahari terbenam.
Baca Juga : Internet Gratis Pemudik Jateng Tersedia di 382 Lokasi
Kegiatan pemantauan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Sidang Isbat Lebaran yang menentukan awal Hari Raya Idulfitri bagi umat Islam di Indonesia. Data hasil pengamatan hilal dari berbagai daerah akan dikumpulkan dan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang penetapan awal Syawal.
Kementerian Agama juga melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut, termasuk ahli falak, organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan dari lembaga terkait. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan proses pengamatan hilal berlangsung secara transparan dan ilmiah.
Keempat belas titik pemantauan tersebut tersebar di beberapa wilayah yang dinilai memiliki kondisi geografis yang mendukung pengamatan hilal. Lokasi-lokasi tersebut memiliki cakrawala yang relatif terbuka sehingga memudahkan tim pengamat dalam melihat posisi bulan sabit muda.
Selain melakukan pengamatan langsung, para petugas juga akan mencatat berbagai data astronomi yang berkaitan dengan posisi bulan. Data tersebut akan memperkuat hasil rukyatul hilal yang kemudian menjadi dasar pembahasan dalam sidang isbat di tingkat nasional.
Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri. Pemerintah akan mengumumkan keputusan tersebut setelah proses sidang isbat selesai dan seluruh data pengamatan hilal dianalisis secara menyeluruh.
Melalui pelaksanaan Sidang Isbat Lebaran, pemerintah berharap umat Islam di Indonesia dapat memperoleh kepastian mengenai awal bulan Syawal secara bersama-sama. Proses ini juga mencerminkan upaya menjaga kebersamaan dan kesatuan umat dalam menentukan waktu perayaan Idulfitri setiap tahunnya.