Selasa, 5 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Arena SportArena Sport
Arena Sport - Your source for the latest articles and insights
Beranda Uncategorized Update Banjir Bandang Terjang Brebes: 3 Orang Tewa...
Uncategorized

Update Banjir Bandang Terjang Brebes: 3 Orang Tewas, Warga Masih Bersihkan Lumpur

Banjir Bandang Terjang Brebes, Tiga Warga Tewas dan Puluhan Rumah Rusak Parah Warta Jawa —…

Update Banjir Bandang Terjang Brebes: 3 Orang Tewas, Warga Masih Bersihkan Lumpur

Banjir Bandang Terjang Brebes, Tiga Warga Tewas dan Puluhan Rumah Rusak Parah

Warta Jawa — Banjir bandang melanda wilayah selatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/11/2025) malam hingga Minggu (9/11/2025) dini hari. Peristiwa ini menewaskan tiga warga dan menyebabkan puluhan rumah rusak serta sejumlah fasilitas umum lumpuh total.
Korban jiwa berasal dari Kecamatan Sirampog dan Kecamatan Bumiayu, dua wilayah di dataran tinggi Brebes yang kerap dilanda longsor dan luapan sungai saat hujan ekstrem.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban bertambah menjadi tiga orang. Seluruhnya sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujarnya pada Minggu sore (9/11/2025).

Ketiga korban tersebut adalah:

  1. Haikal Alfi (27), warga Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu.

  2. Suswoyo (26), warga Dukuh Igirmanis, Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog.

  3. Joni bin Duin (35), warga Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog.

Menurut laporan BPBD, korban ditemukan dalam kondisi berbeda — sebagian terseret arus deras sungai kecil yang meluap, dan satu korban tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh akibat terjangan air bercampur lumpur dan batu.


Kronologi Kejadian

Hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di Brebes bagian selatan sejak Sabtu sore. Sekitar pukul 19.00 WIB, debit air di sejumlah sungai kecil meningkat tajam. Sungai di Desa Kalierang dan aliran anak Sungai Pemali meluap hingga membawa material lumpur, batu, dan batang pohon.
Banjir bandang kemudian menghantam permukiman warga di Sirampog dan Bumiayu. Air bah datang secara tiba-tiba, menyebabkan warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

“Air datang cepat sekali, dari arah perbukitan. Dalam beberapa menit rumah-rumah sudah tergenang setinggi pinggang,” tutur Rohmadi, salah seorang warga Desa Kalierang, kepada wartawan.


Kerusakan dan Dampak

Data sementara BPBD menyebutkan, lebih dari 100 rumah terdampak, dengan sekitar 15 rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, jembatan penghubung antar-desa di Igirklanceng putus total, menghambat akses warga menuju Bumiayu.
Sejumlah kendaraan pribadi dan sepeda motor juga dilaporkan hanyut terbawa arus. Jalur transportasi utama Bumiayu–Sirampog sempat terputus selama beberapa jam karena tertutup material longsoran.

Selain kerusakan fisik, ratusan warga terpaksa mengungsi ke balai desa dan masjid setempat. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri mendirikan dapur umum serta posko kesehatan darurat di beberapa titik, termasuk di Desa Kalierang dan Desa Dawuhan.


Langkah Penanganan dan Peringatan Dini

Pemerintah Kabupaten Brebes telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan. BPBD, Basarnas, dan relawan PMI dikerahkan untuk membantu proses pembersihan lumpur serta pencarian barang-barang milik warga.

“Kami fokus pada evakuasi dan pemulihan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, dan jembatan sementara,” ujar Wibowo Budi Santoso.
“Kami juga mengimbau masyarakat di daerah perbukitan untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi.”

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tegal memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Brebes bagian selatan hingga beberapa hari ke depan. Daerah seperti Sirampog, Salem, dan Paguyangan disebut berisiko mengalami banjir bandang susulan karena kondisi tanah yang jenuh air.


Respons Warga dan Relawan

Warga yang selamat kini bergotong-royong membersihkan lumpur yang menimbun rumah dan jalan desa. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, dan selimut mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga sosial.

“Kami sangat berterima kasih kepada relawan yang datang membantu sejak pagi. Harapan kami, bantuan segera menyentuh semua warga yang rumahnya rusak berat,” ujar Siti Nurjanah, warga Desa Igirklanceng.

Baca Juga: Inovasi Tekno